Sejarah yang Tak Ternilai Harganya di Pulau Penyengat, Riau

0
1073

Dari seluruh tempat wisata di Indonesiayang berbeda kali ini adalah suatu pulau yang menyimpan banyak makna tersendiri bagi para pendudukan lokal. Karena di Pulau Penyengat ini tersimpan beberapa Sejarah masa silam yang sangat berharga. Seperti terdapat Makam seorang Raja terdahulu dari kepulauan Riau, dan sebuah masjid yang tidak direkat batanya dengan semen melainkan dengan putih telur. Unik bukan?

Terletak di Kepulauan Riau, berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari Tanjung Pinang. Wisata yang paling banyak di kunjungi warga lokal ini antara lain terdapat makam para raja Riau, Masjid dengan alat perekat dari putih telur, dan Masjid Raya Sultan Riau. Banyak sekali para peziarah yang datang ke makam Raja, semoga saja mereka mendo’akan para Raja untuk kebaikannya di alam sana bukan sebaliknya seperti selalu ada saja yang berdo’a meminta kepada Raja.

Pulau Penyengat ini merupakan kota kecil sekitar 2 km2 luasnya yang berada di sebelah Barat Kota Tanjung Pinang. Mungkin tidak terbayang suatu tempat yang luasnya hanya 2 Km persegi? Namun sangat tak terhingga nilai sejarah yang terdapat pada kota ini. Tersimpan kenangan sejarah kerajaan Melayu yang ditandai dengan sebuah Masjid yang dibangun pada tahun 1832M yang kala itu pemimpin oleh pemerintahan Raja Abdurrahman Tuan Muda Riau VII. Terkenal dengan sebutan Masjid Pulau Penyengat yang dulunya Masjid Raya Sultan Riau.

Terdapat pula sebuah kendaraan sewa khas seperti becak dengan sebutan Bentor yang akan mengantarkan kita berkeliling menuju semua tempat wisata yang terdapat di Pulau Penyengat. Para pengunjung juga akan dapat menikmati ragam lainnya seperti Museum dan juga rumah adat, kendaraan perahu yang disebut pompong sebagai khas dari pulau penyengat.

Yang sangat terkenal disini tentu masjid pulau Penyengat yang mempunyai 4 menara disetiap sudut utama dengan arsitektur menara layaknya masjid turki bergaya Byzantium. Banyak ruangan sekitar masjid yang menjadi fungsi-fungsi yang sangat bermanfaat bagi para ulama setempat. Keunikan warna dan dikelilingi tembok layaknya sebuah benteng menjadikan masjid ini begitu terpancar keindahannya.

Ternyata tidak bisa disangka salah satu tempat wisata di Indonesia yang begitu kecil bernilai harga yang tak terhingga sejarahnya. Sungguh banyak hikmah dan motivasi yang bisa diambil dari kunjungan ke Pulau Penyengat ini.