Situs Pasir Lulumpang

0
1157

Situs Pasir Lulumpang termasuk ke wilayah Kampung Cimareme, Desa Cimareme, KecamatanBanyuresmi. Berada pada koordin at:’1.07″ .0 57’09,1 BT dan 07″ 1,6’6″ LS dengan ketinggian sekitar 680 m dpl. Areal situs saat sekarang ditumbuhi pohon jati dan telah dibebaskan oleh pemda Garut sejak tahun 2004 dari pemiliknya, Bapak oha. situs pasir Lulumpang pertama kali direkonstruksi oleh Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut pada tahun 2007 .Situs purbakala ini temasuk salah satu temuan baru yang cukup mengagetkan masyarakat Garut sewaktu ditemukan pertama kali.Berita kepurbakalaan situs Pasir Lulumpang baru muncul pada bulan November
1993, berdasarkan laporan Kepala Kandepdikbud Kabupaten Garut ke Balai Arkeologi (Balar) Bandung tentang adanya dua objek arkeologis di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi.
Punden Berundak Pasirlulumpang
Objek arkeolops irri memang belum pernah tercatat oleh hasil N.J. Krom di dalam Rapporten aan den oudheidkundigen Diens in Nederlandsch Indie (ROD tahun 1914). Kemudian peninjauan pun dilakukan ke situs ini oleh Tim dari Balai Arkeologi pada
bulan ]uni 1994, dan Pebruari L995.

Pasir Lulumpang memiliki batas alam di sebelah timur adalah sungai yang berair hanya di musim hujan, sebelah barat ngai Cijangkameong dan Cimuar a yang keduanya
airnya mengalir ke Sungai Cimanuk yang terletak di sebeiah situs Pdsir Lulumpang. l)i barat laut situs terdapat Gunung Haruman dan Kaledong serta bekas rawa Rancagabus yang sebagian masih berair. Gunung Flaruman merupakan puncak
tertinggi di kawasan itu.
Pasir Lulumpang terletak dengan arah utara-selatan dan kemiringan sekitar 45 derajat di tepi sebelah timur rawa Rancagabus. Sementara rawa Rancabagus membentang di antara beberapa bukit atau pasir yaitu Pasir Lulump arrg, pasir Kiara Payung, Pasir Tengah, Pasir Kolecer, pasir Astaris, pasir Luhur, Pasir Gantung, Pasir Tanjung, dan pasir Malaka.

Situs Pasir Lulumpang temuannya berupa dua buah punden berundak. Punden I terletak pada sisi barat bukit yang menempati lahan seluas 73 x38 x 43 m, dengan orientasi punden ke arah timur – barat. Punden ini terdiri dari 13 undakan/teras (traps) dari bahan batu andesit. Sedangkan punden berundak II terletak kurang lebih 80 m ciari bangunan punden berundak I dan memiliki 9 undakan atau teras dibuat dari bahan batu
andesit. pada waktu pertama kali dilakukan Penelitian oleh Tim dari Balar Bandung pada tahun 1994, dari hasil akskavasi telah ditemukan fragmen gerabah, fragmen besi, batu grling (g*dhik), dan fragmen batu obsidian (sampai sekarang temuan tinggalan budaya tersebut masih tersimpan di Balar Bandung).

Situs Pasir Lulumpang merupakan peninggalan masa Prasejarah sebagai traclisi megalitik berupa punden berundak yarrg dilengkapi bebe rapa lumpan g bab;, hal ini merupakan satu model bangunan punden yang sebelumnya belum pernah dijumpai. Lumpang-lumpang batu itu seakan-akan meniadipen gganti menhir yang sering melengkapi bangUnan-bangunan punden berundak seperti punden berundak Lebak Cibedug,
anguyangan (Cisolok Sukabumi). Lumpang-lumpang batu yang melengkapi punden berundak di situs Pasir Lulumpang merupakan artefak-artefak simbolik dalam konteks yang
berkaitan dengan sistem religi megalitik’ Lumpang-lumpang batu tersebut memiliki fungsi dalam kaitan pemuiaan yang diselenggaran oleh komunitas-komunitas endukungnya Tujuan pemujaan dengan menggunakan lumpang batu atat batu dakon sebagai media uPacara yang berhubungan dengar upacara-upacara- kesuburunfpertanian untuk keberhasilat panen nantinya atau sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen yang diperoleh. upacara-upacara semacam ini masih biasa diselenggarakan oleh komunitas-komunitas petani tradisional umumnya di JawaBarat, yang lazim disebut upacara Hajat Bumi, ngalaksa, seren taun.
punden berundak
Kini situs Pasir Lulumpang dalam tahap pengembanga sebagai salah satu objek wisata budaya di Kabupaten Garut mengingat temuan dari masa budaya megalitik cukup bervariasi jenisnya (punden berundak, lumpang batu, dan menhir) fitu merupakan daya tarik bagi pelajar atau mahasiswa yang berminat di bidang seiarah dan purbakala.