Museum Siwa lima, Museum Kebudayaan Daerah Maluku

0
793

Museum Siwa Lima merupakan museum yang didirikan pada tanggal 8 November 1973 namun baru diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977. Museum Siwa Lima secara administratif terletak di Desa Amahasu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku tepatnya terletak di kawasan Taman Makmur. Museum ini berada di atas bukit yang langsung menghadap ke Teluk Ambon sehingga membuatnya begitu eksotis. Jaraknya dari Kota Ambon adalah 5 kilometer.

Mengulik dari katanya, kata siwalima berasal dari dua kata yaitu dari kata siwa dan kata lima. Siwa mengandung arti sembilan yang berasal dari kata Ulisiwa yang mengandung makna kumpulan 9 kerajaan yang berada di wilayah selatan Maluku sedangkan kata lima berasal dari kata Patalima yang mengandung makna kumpulan 5 kerajaan yang beada di wilayah utara Maluku.Namun kalimat pertama yang akan di jumpai pengunjung saat mengunjungi museum ini adalah kata Usu Mae Upu yang tertulis di depan pintu masuk museum yang mengandung arti “Mari Silahkan Masuk”.

Pada awalnya Museum Siwa Lima hanya meyimpan hal-hal yang berbau adat istiadat dan koleksi-koleksi benda budaya daerah Maluku namun saat ini dengan berjalannya waktu museum ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian/bangunan pertama sering disebut sebagai Museum Kelautan Siwalima. Bangunan ini menyimpan sejarah kelautan warga masyarakat Ambon yang terdiri dari benda-benda dan binatang-binatang laut. Salah satu contohnya yang dipajangkan yaitu seperti kerangka ikan paus yang mempunyai panjang beragam salah satu contohnya yang berukuran paling besar yaitu dengan ukuran 23 meter.

Selanjutnya bangunan kedua sering disebut sebagai Museum Budaya Siwalima. Pada bangunan kedua ini menyimpan segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya Maluku, seperti pakaian adat, bangunan asli Maluku, senjata khas Maluku, uang lama, alat-alat pertanian, perlengkapan upacara adat, dan juga berbagai guci pada masa penjajahan Jepang. Jumlah semua koleksi di museum ini ada sekitar 5.684 buah.

Banyak koleksi di Museum Siwalima harus disusun bertumpuk yang disimpan di ruang pameran karena kurangnya ruangan untuk menaruh berbagai benda koleksi museum ini. Pajangan yang lama baru diganti dengan yang baru setiap lima tahun sekali. Koleksi benda –benda sejarah museum ini kebanyakan berasal Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, dan Maluku tengah. Terdapat juga beberapa koleksi keramik kuno dari China yang berasal dari pemerintahan Dinasti Ming.

Saat mengunjungi Museum Siwalima para pengunjung dapat membuat permintaaan khusus untuk menikmati berbagai pertunjukan pementasan tari, musik lokal ataupun untuk demo pembuatan kain tenun khas daerah setempat. Di museum Siwalima juga telah disediakan pemandu wisata atau tour guide bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jelas dan detail seluruh isi atau berbagai koleksi yang terdapat di museum ini. Tiket masuk yang diterapkan museum ini cukup terjangkau yaitu tiket seharga Rp2.500 bagi orang dewasa dan Rp.1.500 bagi anak-anak sedangkan yang datang secara rombongan dihitung Rp.1.000 per orangnya.