Menikmati Berwisata di Gua Gong, Pacitan

0
77


Pacitan adalah sebuah daerah yang terletak di ujung barat Jawa Timur. Daerah ini memiliki cukup banyak akses untuk dapat dituju dari berbagai tempat. Walaupun bisa dibilang daerah ini tidak terlalu maju seperti kota Bandung dan tidak terlalu ramai. Namun, pesona wisata yang dimiliki daerah ini tidak kalah dari Kota Bandung terutama wisata alamnya. Selain memiliki banyak objek wisata alam, ketika anda mengunjungi tempat yang kaya akan hasil mineralnya ini. Anda dapat menemui berbagai jenis kerajinan batu alam seperti akik yang dapat anda beli sebagai oleh-oleh untuk kerabat.

Sebagai daerah wisata, Pacitan sendiri lebih dikenal sebagai kota seribu gua. Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak gua di daerah ini. Gua tersebut banyak muncul karena kondisi topografinya yang tidak rata serta dilintasi pegunungan kapur yang membentang mulai daerah Kebumen di Jawa Tengah, berlanjut hingga kabupaten Gunungkidul tersambung Pacitan lalu Ponorogo ke Trenggalek ke Malang hingga berakhir di Jember (panjang sangat ya Gan).

Dengan sebutan kota Gua, belum dikatakan pernah berwisata alam ke Pacitan jika anda belum mengunjungi Gua Gong. Objek wisata tersebut memiliki banyak sekali keunikan dan keindahan. Anda dapat menuju Goa Gong dengan melalui pusat Kota Pacitan kemudian mengarah ke barat kurang lebih 30 km atau sekitar 45 menit berkendara melalui jalan Solo-Pacitan. Bagi pemula tenang saja. Petunjuk untuk menuju Goa Gong cukup banyak dan jelas kok jadi jangan takut kesasar. Selain itu ketika anda dalam perjalanan anda akan disuguhi dengan pemandangan perbukitan yang khas dari wilayah ini.

Menurut Pesona Lokal, ketika sudah sampai, anda wajib membayar biaya masuk atau retribusi sebesar Rp 5.000 per orang. Wah murah ya. Kemudian anda dapat memarkirkan kendaraan anda dan berjalan sejauh 200 meter untuk dapat melihat gua tersebut. Ketika anda mulai mendekati mulut gua tersebut, anda dapat menemukan banyak penjaja senter. Jika kita ingin lebih untuk menelisik sela-sela gua kita bisa menyewa senter ini dengan biaya Rp 5.000

Nah setelah anda dapat memasuki area dalam gua Gong, anda akan disuguhi dengan pemandangan indah dari stalaktit dan stalakmit di dalam yang menggantung dengan indah di atap gua dan muncul dari dasar dasar gua. Selain itu pada dinding gua anda dapat menemui pula guratan guratan indah yang terlihat seperti permadani mahakarya sang pencipta. 

Di dalam gua memang sebenarnya cukup gelap. Hanya sedikit cahaya biasan yang berwarna warni yang mampu memasuki gua ini. Nah, malah cahaya tersebut menambah kesan tersendiri bagi anda yang mengunjungi gua ini. Sehingga membuat anda merileks dan sejenak dapat melupakan semua permasalahan anda.

Salah satu keunikan gua ini adalah terdapat beberapa bagian gua yang diberi nama. Seperti beberapa Stalaktit dan stalakmit diberi nama Selo Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan lain lain.

Anda tak perlu khawatir dengan gelap dan licinnya gua karena dalam gua ini sudah dibangun tempat berjalan yang dilengkapi tangga, pagar pengaman, dan lampu. Namun tentu Anda tetap harus berhati-hati dan bersikap sopan dalam gua ini.

Jika tadi membahas yang unik-unik. Hal terunik dari wisata gua gong adalah batunya yang dapat berbunyi ketika dipukul atau diketuk. Nah sekarang tahukan asal usul nama gua ini. Batu Gong dapat anda temui ketika memasuki ruang ketujuh dari gua tersebut.

Apakah anda sekarang tertarik berlibur atau sekedar mengunjungi keunikan dan keindahan tempat ini?