Menelusuri Wisata Sejarah Istana Air Taman Sari Yogyakarta

0
686

Yogyakarta, kota yang sangat kental dan masih menjungjung tinggi nilai budaya Jawa. Kota ini sarat dengan sejarah yang menarik untuk diulik. Kota Yogyakarta yang erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Jawa terutama tak dapat dilepaskan dari kerajaan yang bernama Kerajaan Mataram Islam yang lebih dikenal sekarang ini dengan Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta. Gaya arsitektur kedua keraton ini tak bisa dilepaskan dari sang pencipta bangunan berseni tinggi yang berada disekitar lingkungan keraton Yogya. Selain keraton yang berasitektur unik ini masih ada bangunan lain yang pasti menarik yaitu Tamansari.

Tamansari ini adalah sebuah komplek sistematis dengan tampilan gaya dan seni yang banyak ditonjolkan pada bagian kolam dan air. Pengunjung juga akan merasakan nilai seni yang sama saat mengunjungi dan berjalan-jalan di sekitar Gumuling (Sumur Gemuling) yang sama-sama ditonjolkan pada bagian airnya untuk merasakan sensasi kesejukan.

Istana Taman Sari ini memang keadaanya berbeda saat dibangun pertama kali tetapi kondisinya masih terjaga sangat baik dan nilai artistik dan simbol keunikan bangunannya sebagian besar masih nampak jelas terlihat. Bangunan yang masih tersisa diantaranya Gedhong Gapura Hageng, Sumur Gemuling, Gedhong Gapura Panggung, Umbul Pasiraman, dan beberapa bangunan lagi berada di arah yang akan menuju ke Sumur Gemuling yang saat ini menjadi tempat untuk masyarakat Yogyakarta. Antara Taman Sari dan Sumur Gemuling dahulu adalah taman-taman yang begitu sejuk dan indah tapi saat ini hanya tersisa taman kecil yang terletak di Istana Air Tamansari bagian paling belakang. Istana Air Tamansari ini berada di jalan Taman dan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Perjalanan menuju tempat wisata Istana Air Tamansari ini memang membutuhkan perjalanan yang ekstra berkendara yang harus dilakukan pengunjung.

Bagi Anda yang berniat mengunjungi tempat wisata ini tarif tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung cukup murah dan terjangkau. Pengelola tempat wisata mengenakan tarif tiket masuk dengan harga Rp.5000 dan harga tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan. Bagi pengunjung yang masuk melalui Sumur Gemuling dikenakan biaya parkir saja tetapi harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1 kilometer. Pengunjung yang ingin menyewa tour guide cukup mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp.25.000 saja.