Memandangi Bangunan Benteng Megah di Bengkulu, Benteng Marlborough

0
558

Benteng Marlborough (Fort Marlborough) adalah sebuah benteng bersejarah yang dibangun pada tahun 1713 – 1719 oleh EIC ( East India Company). Benteng yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera tersebut merupakan sebuah benteng yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng Marlborough dianggap sebagai bangunan benteng terkuat kedua setelah benteng St. Madras di India, masing-masing milik pemerintah Inggris yang berada di wilayah timur. Pembangunan benteng di kawasan pantai barat Sumatera tersebut, bukan hanya dijadikan sebagai benteng pertahanan daerah kekuasaan Inggris saja namun juga dimaksudkan untuk tetap mempertahankan daerah Bengkulu sebagai daerah monopoli lada dan perdagangan.

Pemberian nama Marlborough sendiri berasal dari john Churchil yang bergelar Duke og Marlborough, suatu tanda kehormatan yang diberikan oleh pemerintah Inggris. Semula memang bangunan benteng yang mempunyai nilai sejarah tersebut sengaja dibangun sebagai tempat pertahanan, namun seiring waktu beralih fungsi menjadi tempat perdagangan komoditi lada yang merangkap fungsi juga untuk mengawasi jalur Selat Malaka. Bila diperhatikan secara seksama desain arsitektur Benteng Marlborough lebih mirip sebagai hunian yang berada di tengah kota daripada desain benteng pada umumnya. Menurut penjelasan yang dicatat oleh British Library, di bangunan benteng bersejarah tersebut juga sering diadakan proses pembaptisan,perkawinan dan juga kematian orang-orang penghuni benteng. Menurut penjelasan lebih lanjut, Benteng Marlborough di Bengkulu tersebut dihuni oleh sekitar 90 pegawai sipil dan militer.

Di bagian dalam Benteng Marlborough dapat dijumpai prasasti nisan bertuliskan nama, tanggal dan tahun kematian para tentara Inggris. Pada bagian belakang bangunan benteng terdapat tiga makam yakni makam Charles Muray, makam Thomas Parr dan satu makam lagi tak dikenali. Pada bagian dalam Benteng Marlborough juga dapat dijumpai gudang persenjataan, beberapa meriam, ruang tahanan, kantor, ruang perlindungan, dan juga terowongan yang memiliki panjang 6 meter dan lebar 2 meter.

Benteng Marlborough yang menghadap ke arah selatan dan membelakangi Samudera Hindia tersebut memiliki panjang 240,5 meter dan lebar 170,5 meter. Benteng dengan arsitektur seperti kura-kura tersebut berdiri dengan kokoh di tanah seluas 44.100 meter persegi. Pada Benteng Marlborough pun terdapat sebuah jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan bagian kepala dan badan, satu jembatan lagi berada di atas parit yangf membentuk ekor, dan satu jembatan lagi untuk menghubungkan jalan masuk dengan bagian bagian luar. Ketiga jembatan yang tersebut dahulu dapat diangkat ataupun diturunkan.

Anda yang berminat mengunjungi bangunan benteng bernilai sejarah tersebut sudah dapat mengaksesnya dengan mudah. Anda dapat menggunakan berbagai macam kendaraan umum seperti taxi ataupun bus untuk mengantarkan anda ke lokasi Benteng Marlborough. Bagi anda yang ingin bermalam, sudah tersedia fasilitas hotel maupun penginapan yang terdapat di sekitar Benteng Marlborough. Mengunjungi benteng bersejarah di Provinsi Bengkulu tersebut anda akan mendapatkan kepuasan berwisata tersendiri yang sulit untuk diungkapkan.