Keraton Kasepuhan Cirebon Icon Wisata Kota Udang

0
1262

Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang sarat dengan sejarah yang unik dan menarik. Kota yang sering dijadikan sebagai kota tempat ziarah ini memang tidak pernah sepi pengunjung. Sejarah dan peninggalan bangunan sejarahnya membuat orang penasaran dan tertarik untuk berkunjung ke tempat ini. Seperti bangunan satu ini yaitu Keraton Kasepuhan yang menjadi icon Kota Cirebon dan menjadi saksi tonggak sejarah perjalanan Kota Udang ini terutama sejarah kerajaan islam di Cirebon.

Keraton Kasepuhan Cirebon yang terletak di Jalan Kasepuhan No 43, tepatnya di Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Cirebon, Propivinsi Jawa Barat. Waktu tempuh dari Stasiun kereta Api Kejaksaan adalah 30 menit dan dari Terminal Bus Harjamukti Cirebon menghabiskan waktu 30 menit juga.

Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon  

Keraton Kasepuhan Cirebon didirikan sekitar tahun 1529 yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana yaitu masa perkembangan agama islam. Pada mulanya pembangunan Keraton Kasepuhan Cirebon ini adalah proyek perluasan dari Keraton Pakungwati yaitu keraton tertua di Cirebon. Letak Keraton Pakungwati ini berada sebelah timur keraton Kasepuhan dan sama-sama dibangun oleh seorang Putera Pajajaran yaitu Pangeran Cakrabuana pada tahun 1452. Pembangunan Keraton Pakungwati ini bersamaan dengan dibangunnya Tajug Pejlagrahan yang terletak di sebelah timur.

Pemberian nama Pakungwati berasal dri nama seoran ratu yang menikah dengan Sunan Gunung Jati yaitu Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana. Beliau wafat tahun 1549 dalam usia sangat tua di dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa. Kemudian setelah wafat tersebut namanya diabadikan sebagai nama keraton yakni Keraton Pakungwati atau sekarang dikenal dengan nama Keraton Kasepuhan.Keraton Kasepuhan ini merupakan pusat berdirinya pemerintahan Kesultanan Cirebon sekaligus sebagai tempat para pendiri Cirebon yang mempunyai tahta.

Akibat konflik internal, pada tahun 1969 Kesultanan Cirebon dibagi menjadi dua yaitu Kesultanan Kanoman dan Kesultanan Kasepuhan. Kasultanan kanoman sendiri dipimpin oleh Pangeran Kartawijaya yang bergelar Sultan Anom I dan untuk Kasultanan Kasepuhan dipimpin oleh Pangeran Martawijaya yang bergelar Sultan sepuh I. Mereka ini merupakan kakak beradik yang menempati keratonnya sendiri.