Kepulauan Krakatau, Warisan Alam yang Luar Biasa Menakjubkan

Siapa orang yang mengetahui tentang peristiwa fenomal letusan Gunung Krakatau yang meletus begitu dahsyat? Letusan dahsyat yang terjadi pada tahun 1883 tersebut berpengaruh cukup besar pada kondisi iklim di dunia khususnya saat itu. Akibat bencana alam fenomenal tersebut pada akhirnya membentuk gugusan pulau vulkanik yang dikenal dengan Kepulauan Krakatau yang terdiri dari Rakata atau Krakatau Besar, Sertung, Anak Krakatau, dan Panjang atau Krakatau Kecil. Kepulauan Krakatau ibarat sebuah warisan alam yang sangat menakjuban yang berada di Selat Sunda. Menurut wilayah administratif Kepulauan Krakatau termasuk kedalam wilayah kecamatan Rajabasa, Kabupaten lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Kepulauan Krakatau menempati lahan seluas 13.735 hektare yang terdiri dari 2.535,10 hektare darat dan 11,200 hektare laut dan dianggap sebagai laboratorium alam raksasa. Lahan biologi, lahan geologi, dan juga lahan vulkanologi di Kepulauan Krakatau memilki peran penting untuk proses penelitian. Pulau-pulau serta aktivitas vulkanik di kepulauan tersebut menawarkan pemandangan yang sangat menarik dan sangat layak untuk ditelusuri. Bagi anda yang mencoba mengunjungi tempat penuh petualangan tersebut dapat mencoba sensasi berjalan kaki di atas gunung api yang masih aktif. Dari atas gunung api tersebut anda dapat melihat Gunung Anak Krakatau yang seringkali masih mengeluarkan lava dan material lainnya yang akan membuat anda begitu terpekur dan terpukau.

Keindahan perairan sekitar Kepulauan Krakatau di Selat Sunda tersebut juga menawarkan keindahan bahari yang tak kalah memikat perhatian. Daya tarik keindahan lingkungan laut Kepulauan Krakatau yang masih alami tersebut dapat membuat kunjungan ke tempat satu ini semakin bertambah menyenangkan dan berkesan begitu dalam. Di dalam perairan Kepulauan Krakatau yang menakjubkan tersebut tersimpan beraneka ragam biota laut dan terumbu karang yang masih sangat alami dan belum terjamah banyak orang. Sekitar tahun 1919 pemerintah Hindia Belanda menetapkan Kepulauan Krakatau sebagai cagar alam dengan luas area 2.405,10 hektare.

Pada tahun 1984, kepulauan Krakatau oleh pemerintah Indonesia dimasukkan kedalam Taman Nasional Ujung Kulon. Direktorat jenderal perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan pada tahun 1990 kemudian memindahkan Cagar Alam Kepulauan Krakatau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Lampung. Hal tersebut bertujuan untuk tetap melindungi dan mempertahankan integritas Kepulauan Krakatau sebagai sebuah kawasan konservasi yang sangat penting untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Tags: , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

Memberikan informasi seputar wisata dalam negeri maupun luar negeri. dengan dukungan gambar, sehingga jelas dan bermanfaat bagi anda yang ingin mengunjungi tempat tertentu., semoga liburan dan wisata anda menyenangkan