Keindahan Air Terjun Jurang Nganten di Jepara yang Penuh Legenda

0
990

Kota Jepara di Jawa Tengah adalah salah satu kota yang memiliki potensi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Berwisata alam di Kota Jepara ini, selain dapat membuat kita lebih merasa dekat lagi dengan alam tentunya juga menjadi pengusir yang ampuh bagi rasa penat yang melanda dengan biaya berwisata yang tidak terlalu menguras kantong. Berwisata alam melihat keindahan pemandangan tempat yang ditampilkan akan membuat kita merasa lebih fresh lagi dan siap bergelut kembali dengan aktifitas rutin yang biasa di lakukan tentunya dengan semangat dan jiwa baru yang lebih segar.

Satu tempat wisata dengan suguhan keindahan alam tiada duanya dan terletak di Kota Jepara adalah Air Terjun Jurang Nganten. Air terjun yang terletak di Jepara ini lebih tepatnya terletak di Kampung Dukuh Turung, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Apabila anda berasal dari Kota Jepara, dapat menempuh lokasi wisata berbasis alam ini dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer menuju arah timur laut. Mengunjungi Air Terjun Jurang Nganten di Jepara ini, anda pastinya akan melalui hari-hari yang begitu terasa indah dan berwarna. Tempat wisata ini terasa begitu memberikan ketenangan dan kedamaian kepada setiap orang yang datang menghibur hati ke air terjun nan elok ini. Suasana tempat wisata ini masih sangat terasa begitu alami dan mampu membuat setiap pengunjungnya betah berlama-lama untuk menikmati setiap lekuk keindahan tempat ini. Air Terjun Jurang Nganten ini pun masih sangat terlihat begitu jernih, begitu menggoda setiap mata yang memandangnya. Kunjungan wisata yang anda lakukan ke Air Terjun Jurang Nganten akan terasa semakin sempurna dengan nyanyian burung-burung yang dapat anda dengar di sekitar tempat wisata alam ini yang bersiul dengan sangat merdunya.

Air Terjun Jurang Nganten di Jepara ini memang tidak bisa dilepaskan dari cerita rakyat yang bersangkutan erat dan konon pernah terjadi di tempat wisata ini. Cerita yang menjadi legenda itu menceritakan tentang sepasang manusia yang keukeuh tetap melangsungkan pernikahan walaupun tidak direstui oleh orang tua terutama dari pihak mempelai perempuan. Setelah pernikahan kontroversial tersebut dilangsungkan kemudian sepasang pengantin baru ini mengendarai sebuah kereta yang ditarik oleh kerbau. Saat sepasang pengantin baru tersebut menyusuri sungai, atas kehendak Yang Maha Kuasa kereta yang mereka kendarai terjerumus kedalam jurang. Atas kehendak Tuhan pula sepasang pengantin baru tersebut berubah menjadi kelanceng putih, dan kereta juga kerbaunya berubah menjadi batu besar. Cemeti yang digunakan untuk mencabuk kerbaunya konon diceritakan berubah menjadi ular gaib. Penjelmaan kereta dan kerbau yang berubah menjadi batu tersebut hingga kini masih dapat di saksikan di sekitar Air Jurang Nganten tersebut. Mungkin karena kejadian tersebutlah air terjun dengan panorama alam indah ini bernama Air Terjun Jurang Nganten.