Keanekaragaman Koleksi Pertekstilan Indonesia di Museum Tekstil, Jakarta

0
691

Museum Tekstil adalah museum yang dibuka secara resmi oleh pemerintah pada tanggal 28 Juli 1976 dan merupakan salah satu museun cagar budaya. Sebagai museum cagar budaya museum ini memang khusus sebagai museum yang mengawetkan, mengumpulkan, dan memarkan hasil karya seni yang berhubungan dengan pertekstilan Indonesia. Museum Tekstil ini beralamat di Jl. Aipda K.S. Tubun No.4 yang berkecamatan di Tanah Abang , Jakarta Pusat.

Museum Tekstil memiliki luas 16.410m2 dengan bangunan yang ditempati adalah sebuah gedung tua. Gedung tua ini memang memiliki cerita sejarah yang cukup panjang. Pertama kali yaitu pada abad ke-19 gedung ini merupakan tempat tinggal seorang warga berketurunan Perancis yang setelah itu lalu dijual kepada Abdul Aziz Al Musawi Al Katiri yaitu seorang anggota konsulat dari negara Turki. Gedung ini kemudian berpindah tangan lagi kepada Karel Cristian Cruq di tahun 1942. Tak berselang lama berpindah tangan kembali untuk dijadikan Markas Besar BKR (Barisan Keamanan Rakyat) jelang kemerdekaan Indonesia. Gedung ini kemudian dimiliki oleh Lie Shion Phin setelah selang 2 tahun Indonesia merdeka yaitu di tahun 1947. Rentetan perpindahan kepemilikan gedung ini yang terjadi beberapa kali yang berlanjut sampai tahun 1975 saat dimana gedung ini diserahkan kepada pemerintah DKI Jakarta dan kemudian pemda DKI menjadikan gedung ini sebagai Museum Tekstil. Peresmiannya dilakukan pada tanggal 28 Juni 1976 oleh Ibu Tien Soeharto.

Koleksi museum ini terhitung banyak yaitu hampir mencapai 1.000 buah. Koleksinya sebagian besar adalah koleksi tekstil tradisional Indonesia sehingga Museum Tekstil ini menjadi Museum yang istimewa. Koleksi yang dibagi menjadi empat kelompok tersebut antara lain koleksi kain batik, koleksi kain tenun, koleksi campuran, dan koleksi peralatan. Aneka jenis kain batik bermotif sederhana hingga yang motifnya rumit dapat pengunjung saksikan di museum ini. Kain tersebut antara lain seperti batik Solo, Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Madura, Riau, dan Palembang.

Hal lainnya yang dapat dijumpai pengunjung di museum yaitu terdapatnya bendera Keraton Cirebon yang sudah berusia tua. Bendera ini merupakan benda peninggalan sejarah dari tahun 1776 M. Di MuseumTekstil ini juga terdapat sebuah taman yang dapat pengunjung datangi dimana taman ini bernama Taman Pewarna Alam yang letaknya di halaman belakang. Luas taman ini adalah 2.000 m2 yang dihiasi dengan pohon-pohon yang dijadikan untuk bahan baku pewarna alam.

Anda juga bisa mencoba belajar membatik di museum ini karena di museum ini dibuka kursus membatik. Tempat kursus ini digelar di satu bangunan di bagian belakang museum ini yaitu di sebuah rumah panggung yang lebar dan tidak bersekat. Rumah panggung ini terbuat dari kayu dan di cat dengan warna coklat tua. Rumah panggung ini memiliki beberapa jendela yang terdapat di sekelilingnya sehingga udaranya terasa sejuk dan segar walaupun di ruangan ini tidak dipasang AC. Kursus ini buka di hari yang sama dengan bukanya Museum Tekstil ini.

Museum tekstil sangat cocok untuk kita kunjungi karena akan menambah pengetahuan kita tentang dunia pertekstilan Indonesia. Selain itu kita akan merasa lebih bangga dengan hasil kebudayaan bangsa sendiri. Musem ini buka setiap hari Selasa sampai Minggu, dan untuk hari Senin dan Hari Besar museum ini ditutup. Dari hari Selasa sampai Kamis museum dibuka pukul 09.00 – 15.00 WIB sedangkan untuk hari Jumat buka dari pukul 09.00 – 12.30 WIB. Untuk hari Sabtu dan Minggu waktu bukanya sama seperti waktu buka hari Selasa sampai Kamis.