Keanekaragaman Hayati yang Tinggi di Taman Nasional Lorentz

0
808

Taman Nasional Lorentz adalah salah satu kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistem terlengkap di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Tidak salah kalau Taman Nasional Lorentz dijadikan sebagai salah satu perwakilan untuk kawasan dengan ekosistem terlengkap untuk wilayah Asia tenggara dan pasifik. Luasnya yang membentang luas mulai dari puncak gunung yang puncaknya selalu diselimuti oleh salju karena tingginya yang mencapai 5.030 meter dpl tersebut terus hingga membujur sampai ke perairan pesisir pantai yang menjadi batas perairan Laut Arafura dengan pesisir pantai yang cukup banyak ditumbuhi pohon bakau. Taman Nasional ini juga menjadi salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memilki gletser di daerah tropis. Dengan rentangan kawasan yang luas tersebut maka taman nasional ini memiliki berbagai jenis ekologi yang sungguh menakjubkan dan beragam seperti kawasan vegetasi montana, sub-montana, alpin, lahan basah, dan dataran rendah.

Taman Nasional dengan tingkat keanekaragaman hayati yang menjadi ciri khasnya utamanya juga ada ciri khas lain yang menjadi identitas taman nasional ini yaitu dengan adanya gletser di Puncak Jaya Wijaya dan beberapa sungai yang menghilang beberapa kilometer yang diduga masuk ke dalam tanah di Lembah Balliem. Vegetasi yang terdapat di kawasan Taman Nasional Lorentz terdiri dari 34 tipe vegetasi yang terdiri dari hutan sagu, hutan rawa, hutan gambut, hutan tepi sungai, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan kerangas, pantai pasir karang, padang rumput, hutan hujan bukit, dan lumut kerak.

Tumbuhan yang terdapat di kawasan taman nasional ini terdiri dari beragam jenis spesies. Diantara jenis tumbuhan tersebut antara lain seperti nipah (Nypa fruticans), Pandanus julianeti, bakau (Rhizophora apiculata), Avicenia marina, Colocasia esculenta, Nauclea coadunata, dan Podocarpus pilgeri. Sedangkan untuk jenis satwanya yang berhasil diidentifikasi di taman nasional ini menyebutkan bahwa terdapat sebanyak 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Terdapat juga dua jenis kasuari, 31 jenis dara/merpati, empat megapoda, 13 jenis burung udang, 30 jenis burung kakatua, 29 jenis burung madu, 20 jenis endemik diantaranya puyuh salju (Anurophasis monorthonyx) dan cenderawasih ekor panjang(Paradigalla caruneulata). Babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), walabi, kanguru pohon, 4 jenis kaskus dan kucing hutan merupakan satwa mamalia yang tercatat di Taman Nasional Lorenz ini. Taman Nasional Waingapu ditunjang dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan juga keanekaragaman budaya stempay yang sungguh mengagumkan. Kebudayaan tersebut sudah berumur 30.000 tahun menjadi tempat kediaman suku Dani Barat, Sempan, Asmat, Amungme, dan Nduga. Diperkirakan masih banyak penduduk atau masyarakat yang masih hidup terpencil di hutan belantara di kawasan ini dan belum berhubungan dengan manusia modern.

Salah satu suku yang berada di kawasan taman nasional ini adalah Suku Asmat yang terkenal dengan pahatan patungnya. Suku Asmat ini identik dengan kepercayaanya dengan hutan atau pohon. Suku Asmat melambangkan batang pohon sebagi tubuh manusia, buahnya sebagai kepala manusia, dan dahan-dahannya sebagai lengan. Menurut kepercayaan Suku Asmat pohon ini dipercaya sebagai tempat hidup para arwah dari nenek moyang mereka.

Fasilitas yang terdapat di kawasan taman nasional ini masih sangat terbatas dan belum semua dari objek wisata yang menjadi daya tarik taman nasional ini belum berhasil dikembangkan dan diidentifikasi. Taman Nasional Lorentz ini dijadikan dan ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997 dan bgi yang tertarik mengunjungi kawasan taman nasional ini disarankan datang pada bulan Agustus s/d bulan Desember karena ini saat tersebut merupakan saat musim kunjungan terbaik.