Cara Mudah Mendapat Modal Usaha

0
221

Modal kadang akan jadi halangan saat kita hendak memulai suatu usaha. Bahkan, seringkali hal pertama yang terpikir dari memulai usaha sendiri adalah besarnya modal yang dibutuhkan. Tak jarang banyak calon pebisnis yang akhirnya berhenti sebelum sempat memulai karena terbentur masalah dana. Tak bisa dipungkiri, modal adalah faktor terpenting saat kita hendak membuka usaha. Tanpa adanya modal, rencana usaha yang ada di kepala akan tinggal mimpi saja serta sulit diwujudkan. Besarnya modal sendiri akan sangat tergantung dari jenis usaha yang didirikan. Usaha toko kelontong, sebagai contoh, akan membutuhkan modal yang lebih besar dari sekedar usaha jual beli pulsa.

Cara Dapat Modal Usaha

Padahal, mencari modal sekarang ini tidak sesulit dulu. Kini sudah tersedia banyak cara yang memungkinkan kita untuk mendapat dana modal sejumlah yang dibutuhkan. Salah satunya adalah melalui Lonify pinjaman uang tanpa jaminan. Selain itu masih banyak cara-cara lainnya. Berikut adalah beragam cara mendapat dana modal usaha.

  1. Pinjam Bank Menggunakan Jaminan

Tempat pertama yang dituju guna mendapat pinjaman dana untuk modal ialah bank. Bukan hanya untuk modal usaha, meminjam dana dari bank juga kerap dilakukan untuk berbagai tujuan lain, mulai dari membayar biaya pendidikan, kesehatan, liburan dan lain-lain. Pinjaman dengan jaminan ini mengharuskan kita menyerahkan barang jaminan pada bank. Besarnya dana yang dikucurkan bank akan tergantung dari nilai barang jaminan tersebut. Ini artinya, semakin besar nilai barang jaminan, maka akan makin besar pula modal yang didapat. Jika kita membutuhkan modal besar, maka jaminkan barang yang nilainya besar pula.

  1. Pinjaman Bank Tanpa Agunan

Kita juga bisa mendapat modal dari bank melalui fasilitas KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Sesuai namanya, pinjaman ini tidak mensyaratkan agunan atau pinjaman dalam bentuk apapun. KTA adalah solusi tepat bagi kita yang membutuhkan dana secara cepat dan mudah. Prosesnya lebih singkat daripada pinjaman konvensional dan persyaratan dokumen yang harus dipenuhi juga lebih sederhana. Namun, bunga yang dibebankan lebih tinggi dan tenornya lebih singkat.

  1. Menggunakan Uang Tabungan

Tidak suka berhutang dan dibebani bunga yang tinggi untuk modal usaha? Maka alternatifnya adalah menggunakan uang tabungan sendiri dalam memulai usaha. Cara ini juga terbilang jauh lebih aman karena kita tidak akan dikenakan bunga ataupun terancam diambil asetnya apabila tidak bisa melunasi pinjaman. Bahkan, sebaiknya kita menggunakan uang tabungan terlebih dahulu sebagai modal usaha sebelum mempertimbangkan untuk meminjam pada bank. Jika tabungan masih kurang untuk memodali usaha, barulah kita mengajukan pinjaman. Ini akan membuat beban pinjaman kita di bank semakin ringan.

  1. Menjual Aset

Menjual aset juga terbilang sebagai cara yang aman dalam memodali usaha. Tidak ada bunga, tidak ada ancaman barang jaminan disita, dan pastinya tidak ada tenor waktu pengembalian dana yang seringkali membuat kita ketar-ketir. Jika kita memiliki aset berharga seperti kendaraan bermotor, perhiasan emas dan lain sebagainya, juallah dan gunakan keuntungannya sebagai modal usaha. Jika usaha yang dijalani berhasil dengan baik, maka kita akan dapat membeli kembali aset-aset yang telah dijual tersebut.

  1. Menggadaikan Aset

Menggadaikan aset sebenarnya tak jauh beda dengan meminjam uang di bank dengan menggunakan jaminan barang. Kita akan menyerahkan barang jaminan atau aset yang hendak digadaikan di lembaga Pegadaian, selanjutnya kita menerima dana sejumlah nilai aset tersebut. Jangan lupa untuk menebus kembali atau aset itu akan disita usaha gadai. Menggadaikan barang sudah termasuk sebagai hal biasa terutama bagi mereka yang masih kelimpungan mencari modal.

  1. Pinjam Saudara Atau Teman

Meminjam pada saudara ataupun teman juga sering dilakukan sebagai salah satu upaya mendapat dana modal usaha. Pinjaman yang berasal dari kerabat dekat ini pastinya akan bebas bunga dan tanggal pengembalian dapat didiskusikan secara kekeluargaan. Pastikan kita mengangsur pengembalian dana sesuai tanggal yang disepakati. Jika tidak, maka hal ini akan dapat merusak kepercayaan dan bahkan merenggangkan tali persaudaraan. Kita juga hampir dipastikan takan mendapat pinjaman lagi di lain waktu apabila membutuhkannya.

  1. Mengikuti Pelatihan

Alternatif lain dalam mendapat modal usaha ialah melalui lembaga pemberdayaan ekonomi. Seringkali lembaga-lembaga semacam ini akan mengadakan training, workshop ataupun pelatihan di mana kita bsia mengikutinya. Setelah training, akan ada informasi terkait akses modal usaha. Lembaga-lembaga inilah yang dapat kita manfaatkan sebagai modal usaha nantinya. Termasuk di antaranya adalah lembaga penyalur KUR atau Kredit Usaha Rakyat.

  1. Joint Venture

Jika modal usaha terasa berat untuk ditanggung sendiri, maka ajaklah teman atau saudara dalam membuka usaha secara bersama-sama. Modal akan ditanggung bersama dan keuntungan nantinya juga akan dibagi rata. Kalaupun usaha merugi, maka kerugian juga akan ditanggung bersama-sama. Lakukan pula perjanjian tertulis terkait pembagian hasil di antara kita dan partner agar dapat menghindari konflik yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

  1. Modal Dari Konsumen

Modal ternyata bisa juga didapat dari konsumen kita. Sebagai contoh adalah, kita meminta uang muka pada konsumen atas jasa yang diberikan, misalnya sebanyak 40 persen. Uang muka itulah yang akan jadi modal hingga pekerjaan selesai dan kita mendapat sisa pembayaran sebesar 60 persen. Cara ini sudah biasa dilakukan oleh pengusaha katering, laundry hingga sablon baju. Usaha online juga bisa menerapkan cara ini, misalnya dengan membuka pre order barang tertentu dengan uang muka 50 persen. Bisa dibilang cara ini nyaris tampak seperti tanpa modal sama sekali.

  1. Waralaba

Waralaba atau sering juga disebut sebagai franchis ialah kerja sama yang terjadi antara pemilik usaha serta pelaku usaha. Pembagian keuntungan akan didasarkan pada perjanjian yang sebelumnya sudah disepakati kedua belah pihak. Pemilik usaha menjadi pihak yang menyediakan fasilitas serta modal, sementara pelaku usaha cukup menjalankannya saja. Sistem ini tidak memerlukan modal besar bagi kita sebagai pelaku usaha. Pilihlah brand waralaba yang sudah terkenal sehingga potensi keuntungannya akan semakin besar.

  1. Sponsor Website

Sponsor dari website sepertiĀ  Vivus juga dapat kita manfaatkan sebagai sumber modal untuk usaha yang hendak dijalankan. Sponsorship online ini terutama akan didukung oleh internet canggih. Istilahnya adalah crowdfunding. Program ini sudah cukup dikenal di luar negeri walau masih terbilang baru di Indonesia. Kita cukup menawarkan jenis usaha yang hendak dibuat melalui situs crowdfunding. Pengunjung yang berminat akan menyumbangkan uang sesuai jumlah yang mereka sanggupi. Sebagai gantinya, kita sebagai pelaku usaha akan memberi bayaran yaitu reward yang sesuai peraturan dalam situs tersebut. Sudah ada beberapa situs crowdfunding yang cukup populer di Indonesia, di antaranya adalah Wujudkan, AyoPeduli dan KitaBisa. Cara ini terutama terbilang mudah, modern dan tetap menjanjikan serta pastinya membantu.