Candi Sukuh, Candi di Yogyakarta yang Namanya Belum Begitu Populer

0
600

Yogyakarta wilayah di Indonesia yang mempunyai tempat dan pesona wisata yang cukup mendunia. Tempat wisata di Yogya memberikan suguhan yang berbeda yang akan menggoreskan kesan indah dalam kegiatan tur berwisata. Tempat atau objek wisata yang terdapat di daerah Yogyakarta beberapa diantaranya memang sudah populer di telinga para wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Namun ada juga tempat wisata di Yogya yang memilki keindahan dan suguhan pemandangan yang menakjubkan namun namanya masih terdengar asing di kalangan para pecinta dunia wisata. Satu tempat wisata yang berada di Yogyakarta yang namanya belum populer dan masih terasa asing tersebut ialah Candi Sukuh.

Candi Sukuh yang terletak di wilayah Yogyakarta ini merupakan salah satu candi yang memiliki desain dan bentuk arsitektur yang cukup menarik. Pesona yang dipancarkan oleh Candi Sukuh ini memang belum banyak diketahui orang banyak bahkan oleh masyarakat Yogya sendiri. Hal tersebut bisa jadi disebabkan karena letak dari Candi Dukuh ini yang terpencil yaitu bangunan candi ini berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian seribu meter dpl. Candi Sukuh berdiri di atas sebidang tanah yang berundak dan tergolong ke dalam kompleks candi yang yang tidak terlalu luas. Seperti bangunan candi pada umumnya, bangunan Candi Sukuh juga dilengkapi dan dihiasi dengan beberapa relief. Pada teras kedua bangunan candi ini, dapat terlihat sebuah gapura dengan bentuk relief yang lebih jelas. Di teras kedua ini, juga dapat ditemui sebuah gambar seekor burung garuda yang kedua kakinya mencengkeram seekor naga. Pemandangan yang paling mencolok dan cukup mencengangkan yang dapat di jumpai di teras kedua ini adalah dengan terdapatnya relief sosok manusia dalam keadaan tidak berbusana. Mungkin pemandangan tersebut sangat membuat riskan mengingat bangunan candi biasanya dipergunakan sebagai tempat peribadatan dan pemujaan terhadap dewa. Di bagian lorong gapura dapat dijumpai pula sesaji bunga dan dupa yang terletak di lantai dengan bentuk lingkaran rantai.

Di bagian teras ketiga candi yang semakin mendekati dengan bangunan candi utama dapat dijumpai sebuah panggung batu setinggi pinggang orang dewasa. Di panggung tersebut terdapat sebuah menara batu yang lagi-lagi berhiaskan relief-relief orang tanpa busana dan terkesan menampilkan gaya erotis. Masih di bagian teras ketiga terdapat patung tanpa kepala yang disebut juga dengan arca Gupala. Arca Gupala ini terlihat sedang memegang sebuh tombak yang ukuran tombaknya lebih besar dari ukuran badannya. Suatu hal pemandangan yang cukup menarik. Candi Dusun juga memiliki bentuk candi yang berbeda dengan bentuk candi pada umumnya. Bangunan candi ini dibangun pada abad ke XV beberapa saat sebelum berakhirnya kekuasaan Kerajaan Majapahit. Apabila lebih dicermati lagi bangunan candi ini mirip dengan bangunan piramida suku Bangsa Maya yang berada di Amerika Tengah.

Menjelajahi Candi Dusun ini akan menjadi pengalaman yang begitu menarik dan menyenangkan. Selain dapat melihat bentuk dan arsitektur candi yang terbilang kuno namun begitu bernilai sejarah, saat mengunjungi Candi Dusun ini dapat juga menjadi ajang untuk menguak jejak peristiwa masa lalu yang masih menyelimuti candi ini dan membuka tabir misteri candi peninggalan masa lalu yang masih kuat terasa. Bagi yang berminat mengunjungi bangunan Candi Dusun ini dapat di tempuh dengan menggunakan mode transportasi umum maupun dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan pribadi disaankan untuk menggunakan mobil diesel yang bertenaga 200 cc atau lebih agar perjalanan yang ditempuh untuk sampai di lokasi lebih mudah terasa.