Berwisata Sejarah ke Situs Ciburuy Bayongbong, Garut

Saat berwisata ke Garut kota di parahiyangan yang mendapat julukan Swiss van Java coblah unutk mengunjungi salah satu tempat wisata khususnya wisata sejarah yaitu Situs Ciburuy yang merupakan sebuah situs peninggalan masa Prabu Siliwangi yang kemudian diteruskan oleh putranya yaitu Prabu Kiansantang. Situs yang memilki nilai sejarah ini terletak di Kecamatan Bayongbong yang berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Garut.

Di situs ini terdapat benda peninggalan sejarah yang dapat kita temui seperti keris, kujang yang merupakan senjata dari Prabu Siliwangi, bende yaitu lonceng terbuat dari perunggu, tombak, tulisan jawa kuno di atas daun nipah dan daun lontar, serta trisula. Situs ini pada dahulu kala merupakan tempat atau arena pertarungan jawara –jawara di pulau Jawa yang dibuat oleh Prabu Kiansantang. Proses dijadikannya tempat ini sebagai arena pertarungan memang mempunyai riwayat sejarah yang panjang. Dimulai dari Prabu Kiansantang pada suatu hari menemukan sebuah keris yang kemudian beliau mendapatkan amanat untuk menancapkan keris tersebut pada sebuah batu yang dapat membuat batu tersebut keluar air. Kemudian Prabu Kiansantang pun diberi perintah untuk untuk mengikatkan keris tersebut pada sorbannya kemudian keris itu dihanyutkan sampai keris itu berhenti. Di tempat keris berhenti tersebutlah diriwayatkan Prabu Kiansantang akan mendapatkan lawannnya.

Suatu saat Prabu Kiansantang tengah melakukan pertarungan di daerah itu namun tak ada satu orang pun yang menjadi lawannya yang mampu mengalahkan Prabu Kiansantang. Sampai akhirnya datanglah utusan dari Sayyidina Ali yang dikirimkan untuk melawan Prabu Kiansantang yang bernama H. Mustafa. Ternyata Prabu Kiansantang dapat dikalahkan oleh utusan Sayyidina Ali tersebut dan kemudian H. Mustafa memerintahkan Prabu Kiansantang untuk pergi ke Tanah Suci untuk bertemu dengan Sayyidina Ali. Utusan Sayyidina Ali tersebut juga memerintahkan supaya beliau meninggalkan senjata-senjatanya di Ciburuy.

Di tempat wisata sejarah Situs Ciburuy ini sering diadakan upacara pencucian keris ini yang sering dilakukan oleh masyarakat sekitar setiap tanggal 1 Muharram. Di kawasan wisata sejarah Situs Ciburuy ini pun terdapat pantangan yang harus tetap di patuhi dan tidak boleh dilanggar yaitu dimana setiap hari Jumat dan Sabtu tidak boleh seorangpun masuk ke kawasan situs sejarah Situs Ciburuy. Kita saat mengunjungi situs ini dapat melakukan kegiatan wisata sejarah atau melihat benda-benda peninggalan sejarah Prabu Kiansantang tersebut.

Bagi kita yang ingin bermalam tidak bisa menginap di tempat wisata ini karena belum terdapat fasilitas penginapan yang dibangun. Bila kita ingin menginap kita bisa menginap di Pondok Wisata Kondang Sari yang berada di Kecamatan Bayongbong yang dari tempat bersejarah ini berjarak sekitar 5 kilometer. Belum juga terdapat fasilitas alat komunikasi di tempat sejarah ini. Menuju tempat wisata yang bersejarah ini kita dapat menggunakan mode transportasi dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Namun dengan menggunakan kendaraan umum atau ojeg hanya bisa sampai 200 – 300 meter sebelum pintu masuk Situs Ciburuy. Jalan menuju tempat wisata bersejarah ini cukup baik.

Tags: , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

Memberikan informasi seputar wisata dalam negeri maupun luar negeri. dengan dukungan gambar, sehingga jelas dan bermanfaat bagi anda yang ingin mengunjungi tempat tertentu., semoga liburan dan wisata anda menyenangkan