Berkunjung Ke Pusat Observasi Kura-Kura Belawa di Cirebon yang Kental Akan Mitosnya

0
1139

Wisata yang ada di Cirebon ini bisa dibilang cukup unik, kenapa begitu? Karena berbeda dari tempat-tempat wisata yang lainnya, jika kita sudah bosan dengan suasana pantai atau pegunungan anda patut mencoba untuk mengunjungi tempat wisata ini. nama tempat wisata ini andalah Cikuya.

Apa itu Cikuya? Cikuya merupakan pusat observasi dan perlindungan hewan Kura-Kura. Kura-kura di Des. Belawa, Cirebon ini bukan hewan sembarangan. Karena, kura-kura ini terbilang hewan yang langka dan dilindungi oleh undang-undang dan mitos.

Kura kura ini cukup unik karena berbeda dari yang lainnya. Hewan ini memiliki tempurung yang cekung menonjol berwarna hitam legam dan dimensi badannya mencapai 1 meter dengan berat mencapai 80 kg dan dapat bertahan selama 150 tahun. Kelangkaan dari hewan ini harus dijaga dengan baik, karena di zaman sekarang kura-kura yang hidup di air tawar pegunungan ini semakin punah.

Jika anda berkunjung ke tempat ini, selain bisa melihat penangkaran kura-kura adan juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata yang lainnya yang juga terjaga secara alami oleh mitos dan juga kepercaan warga setempat. Hal inilah yang bisa mempertahanka kelangsungan hidup hewan ini sampai saat ini.

Tempat wisat lain yang bisa ada kunjungi yaitu Sumur Pamuruyan, yaitu sumur dangkal yang bisa digunakan untuk bercermin. Selain itu Pamuruyan yang berarti muruy atau bisa diartikan sebagai sikat untuk melihat ke dalam diri kita tentang hal apa saja yang telah kita permuat sema ini. karena itulah temat ini dijadikan tempat suci sejak kedatangan Islam ke tempat ini. Mitos lainnya, jika kita mencuci muka dengan air ini maka aura kebaikan akan semakin memancar.

Selain Sumur Pamuruyan wisata lainnya seperti Batu Altar, yaitu yang memiliki bentuk altar atau datar, dimana mitos dari batu ini adalah siapapun yang amenginjak batu tersebut maka akan terkena musibah.

Percaya atau tidaknya dengan mitos-mitos tersebut itu kembali lagi pada diri kita. Namun selayaknya memang di tempat-tempat seperti ini kita sebagai wisatawan (tamu) harus bertingkah laku yang baik, mejaga kelestarian, dan menghormati setiap kepercayaan di suatu tempat.