Bali Dan Jakarta Menjadi Tempat Favorit untuk MICE

0
1236

1719555turis-di-bali780x390

Bali dan Jakarta setiap hari, setiap minggu dan setiap bulannya tak pernah sepi dari berbagai acara yang di lakukan baik itu oleh masyarakat Indonesia maupun acara internasional. Maka tak heran Bali dan Jakarta masih menjadi tempat tujuan favorit bagi masyarakat Indonesia dan juga masyarakat Internasional untuk mengadakan berbagai acara pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition/ MICE). Hal tersebut di ungkapkan oleh Asosiasi Konvensi dan Kongres Internasional (ICCA) yang di sampaikan melalui kementrian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sebenarnya divisi pengembangan Destinasi Pariwisata kemenparekraf telah mengembangkan berbagai upaya dan strategi agar daerah lain pun di jadikan tempat destinasi wisata maupun untuk MICE. Namun, ternyata faktanya berdasarkan data dari ICCA yang berpusat di Amsterdam mengatakan hanya Bali dan Jakarta saja yang menjadi daerah favorit terutama untuk MICE.

Berdasarkan data dari Country and City Rankings 2012 yang di peroleh dari International Associaiton Meetings market,, di situ disebutkan bahwa Indonesia menempati ranking 41 dari 109 negara anggota ICCA. Sementara bali menempati ranking 41 sedangkan Jakarta menempati posisi 182 dari 390 kota yang ada di dunia.

Firmansyah yang menjabat sebagai direktur jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf mengatakan bahwa ia ketika mengikuti pertemuan di sanur membahas terkait wisata insentif. Karena untuk menggarap potensi tersebut harus mengetahui kebutuhan dari masing-masing Negara yang akan di jadikan sebagai target pemasaran.

Firmansyah juga menambahkan bahwa sebagai kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh perusahaan , maka kuantitas dari insentif perjalanan dalam sebuah destinasi akan jadi tolak ukur bahwa tujuan wisata tersebut aman, nyaman serta menarik.

Ia menambahkan bahwa Inti dari wisata intensif adalah program yang memberikan imbalan atas kinerja yang telah di capai oleh pekerja supaya mencapai tujuan yang lebih baik.

Para wisatawan asal Amerika Serikat biasanya menginginkan objek wisata berupa wisata seni dan budaya. Dan hal tersebut peluangnya cukup besar di Indoensia, terutama di Bali. Objek tersebut bisa di kemas dalam satu wilayah destinasi, sehingga wisatawan tidak perlu harus berlama-lama untuk berkeliling dalam perjalanannya.